Profil Daerah

Sekilas Provinsi Aceh

Kabupaten Aceh Singkil berada di hujung barat daya Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD), Indonesia. Merupakan hasil pecahan Kabupaten Aceh Selatan dan sebahagian wilayahnya berada di dalam kawasan Taman Nasional Gunung Leuser. Kabupaten ini juga terdiri dari dua wilayah, iaitu daratan dan kepulauan. Kepulauan yang membentuk kawasan kabupaten Aceh Singkil adalah Kepulauan Banyak. Singkil berada di jalur barat Sumatera yang menghubungkan Banda Aceh-Medan dan Sibolga, namun demikian jalurnya lebih bergunung-gunung dan jalan laluan perlu diperelokan agar wilayah tidak terasing. Diharapkan dalam masa yang singkat, Pelabuhan Singkil dapat digunakan sebagai pelabuhan laluan untuk sampai ke jalur barat Sumatera.

Namun demikian terdapat tuntutan dari sebahagian masyarakat di sana untuk mendirikan Pemerintahan Kota di Kecamatan Simpang Kanan dengan nama Kota Subulussalam dan masih diperjuangkan sampai ketika ini di peringkat pusat. Daerah ini merupakan salah satu kawasan di NAD yang agak bersih dari aktiviti Gerakan Aceh Merdeka, jika ada kekacauan di situ, ini merupakan tempias dari aktiviti mereka di Kabupaten Aceh Selatan.

 (Sumber; https://ms.wikipedia.org/wiki/Aceh_Singkil)

 

Sejarah Aceh Singkil

Pada permulaan abad ke 16 Kerajaan Aceh berada pada masa puncak kejayaannya, dibawah pimpinan Sultan Iskandar Muda ( 1607 – 1638 ). Daerah kekuasaannya meliputi pantai barat pulau Sumatera dari Bengkulu hingga ke pantai timur pulau Sumatera yang meliputi Riau. Pada masa itu terdapat pula Kerajaan-kerajaan kecil di wilayah Aceh itu sendiri, salah satunya terdapat di wilayah Aceh Singkil.

Dari peninggalan-peninggalan sejarah yang ada serta cerita rakyat yang berkembang menunjukkan bukti adanya kerajaan-kerajaan di wilayah Singkil itu sendiri. Beberapa peninggalan-peninggalan bersejarah tersebut dapat dilihat dari ditemukannya situs-situs bangunan serta alat-alat perlengkapan hidup seperti senjata, peralatan makan, perhiasan, perlengkapan pertanian, adat istiadat. Hal ini menunjukkan adanya struktur masyarakat berlapis yang ditunjukkan dengan terdapanya nama (gelar) Raja, pembantu-pembantu raja dan rakyat biasa. Sewaktu kerajaan Aceh dipimpin oleh Sultan Iskandar Muda, didudukkanlah Syeikh Abdul Rauf as Singkili yang berasal dari wilayah Singkil sebagai tempat orang merujuk hukum agama atau hukum Syara.

Lahir di Singkil dari keluarga yang ada hubungannya dengan Hamzah Fansuri seorang tokoh kepenyairan di Indonesia. Pada masa itu masyarakat Aceh Singkil sudah memiliki peradaban yang tinggi serta mempunyai pemerintahan, hal ini dikuatkan dengan adanya Kerajaan Batu-batu, Penanggalan, Binanga dan lain-lainnya. Dalam perjalanan waktu Aceh Singkil telah melewati masa-masa peralihan kekuasaan diantaranya adalah : – Masa Pemerintahan Kolonial Belanda – Masa Pemerintahan Penjajahan Jepang – Masa Kemerdekaan Republik Indonesia

 

Lambang Aceh Singkil

Lambang Kabupaten Aceh Singkil.pngBegitu dalam makna yang terkandung dalam Logo / Lambang Kabupaten Aceh Singkil yang ditetapkan melalui QANUN Kabupaten Aceh Singkil No. 1 tahun 1999. Penulis sangat paham makna filosofinya karena lambang tersebut hasil Gubahan penulis, dan penulis ikut membahas dan mengesahkannya sebagai anggota DPRD Kabupaten Aceh Singkil yang pertama.

Lambang tersebut digali dari spesifikasi budaya Singkil yang terakumulasi dari aspek sejarah kecendikiaan tokoh Syeikh Hamzah Fansuri dan Syeikh Abdurrauf As - Singkili, kepahlawanan raja-raja melawan penjajah, Potensi Alam, serta Cultur sosial yang heterogen, sehingga mengkristal menjadi semboyan Aceh Singkil dengan bahasa Singkil, yaitu : "SEKATA SEPEKAT", yang bermaksud Keharmonisan, Persaudraan dan Toleransi.

Sumber : Buku Warisan Sejarah Dan Budaya Singkil
Oleh : Drs. H. Mu'adz Vohry, MM

 

Kependudukan

Penduduk asli kabupaten Aceh Singkil adalah suku SingkilAneuk Jamee dan Haloban. Selain itu dijumpai juga suku-suku pendatang seperti suku AcehMinang dan Pakpak.

 

Bahasa

Bahasa Singkil adalah sebuah bahasa yang tergolong dalam kelompok bahasa-bahasa Batak Utara bersama dengan bahasa KaroAlasKluet dan Pakpak. Bahasa ini dipakai oleh penduduk asli kota Subulussalam dan kabupaten Singkil daratan.

 

Agama

Suku Singkil beragama Islam. Agama Islam diyakini telah menyebar sejak beberapa abad yang lalu di tanah Singkil oleh para saidagar pendatang dari Minangkabau. Kemudian juga dari kekuasaan kerajaan Aceh yang pernah menguasainya selama beberapa abad. Suku Minang banyak meninggalkan jejak sejarah dan keturunannya di daerah pesisir. Suku Singkil pernah memiliki seorang ulama yang terkenal pada masa lalu yakni Abdurrauf Singkil atau Syekh Abdur Rauf as-Singkili. Dia pernah menjadi seorang ulama besar dan mufti di Kerajaan Aceh pada abad XVII.